Ikut BPJS Kesehatan, Desi : “Tak Perlu Resah Dengan Biaya Berobat,”

Payakumbuh —Setiap orang pasti ingin selalu sehat dan tidak mau sakit, sehingga mereka akan melakukan apa pun agar kesehatannya tetap terjaga. Demikian pula bagi yang sudah terlanjur sakit, akan melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan kesembuhan dan kesehatannya kembali.

Bagi mereka yang taraf ekonominya berkecukupan, bahkan tergolong kaya, mungkin tidak merasa keberatan kalau harus merogoh kocek hingga lebih dalam lagi agar kesehatannya tetap terjaga atau bisa sembuh dari sakitnya. Akan tetapi bagi orang yang ekonominya pas-pasan, bahkan dapat dikatakan sebagai warga miskin, terasa sangat berat jika harus mengeluarkan banyak biaya demi kesehatannya.

Oleh karena itu, pemerintah menghadirkan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan prinsip dasar gotong royong, khususnya dalam pembayaran iuran di mana iuran tersebut akan digunakan bagi peserta yang harus mendapatkan pelayanan kesehatan, yang sehat membantu yang sakit.

Kehadiran program JKN-KIS tersebut telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat peserta BPJS Kesehatan. Salah satunya Desi Angraeni  (44), Warga kelurahan Padang Karambia Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Masih berstatus sebagai Tenaga Jasa Perorangan (TJP) di Kecamatan Payakumbuh, membuat Desi dapat menikmati kepesertaan JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas 2. Ia selalu memanfaatkan JKN-KIS ketika berobat. Terakhir, ia memanfaatkan JKN-KIS saat memasang KB Implant di Puskesmas Padang Karambia, Senin (29/8/2022) .

“Saya sangat merasakan kondisi ekonomi saat ini kurang baik, jadi ketika memerlukan pengobatan, memiliki JKN-KIS menjadi sebuah keberuntungan, karena JKN-KIS jaminannya sangat besar,” ungkap Desi

Dirinya menegaskan bahwa 3 bulan lalu usai melahirkan anak keduanya, semuanya berjalan dengan lancar dan mudah. Hanya mengikuti prosedur yang berlaku sesuai petunjuk dari rumah sakit, Desi membuktikan tidak ada biaya tambahan lagi yang perlu dikeluarkan olehnya.

Desi menyampaikan bahwa dirinya begitu berharap Program BPJS Kesehatan dapat terus berlangsung, karena menurutnya banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program ini seperti apa yang ia alami. Terlebih lagi biaya pelayanan kesehatan yang cukup tinggi membuat banyak masyarakat yang tidak mampu takut untuk berobat ke rumah sakit.

“Semoga Program JKN-KIS ini terus berlanjut, karena iurannya sangat ringan, tidak sebanding dengan biaya yang harus dibayarkan saat berobat, saya berharap seluruh masyarakat mendukung program ini dengan baik,” jelas ibu dua anak ini.

Ia juga berharap seluruh peserta JKN-KIS dapat memenuhi kewajiban yang berlaku dari program ini, yaitu pembayaran iuran secara rutin setiap bulannya agar keuangan program JKN-KIS dapat seimbang. Sehingga dapat menjamin biaya pengobatan peserta BPJS Kesehatan yang membutuhkan sesuai dengan prinsip gotong-royong. (CAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *