Bencana Galodo, Tanah Datar Telan Kerugian 500 Milyar Lebih

Indocorners.com|Tanah Datar,  Bencana alam, angin puting beliung, banjir bandang dan galodo yang menghantam wilayah Kabupaten Tanah Datar pada akhir November 2025 lalu, telah membawa dampak yang sangat besar bagi warga dan juga daerah. Kerugian materi akibat bencana yang menewaskan 3 orang warga tersebut mencapai angka Rp 500 Milyar lebih dan mengungsikan sekitar 2.779 orang warga.

Kerusakan terparah pada kejadian akhir November 2025 lalu, terdapat di bidang insfrastruktur, pertanian, UMKM, harta warga dan ternak serta meluluh lantakan wilayah Batipuh dan Batipuh Selatan.

Data yang didapat dari Posko Bencana Alam Kabupaten Tanah Datar menyebutkan, sebaran korban terdapat di 11 kecamatan, mulai dari Kecamatan X Koto, Batipuh, Batipuh Selatan, Pariangan, Lima Kaum, Rambatan, Sungai Tarab, Lintau Buo Utara, Tanjung Emas, Padang Ganting dan Kecamatan Sungayang. Dan terdampak di 36 Nagari/Desa.

Sementara itu, kerusakan yang paling parah terjadi dibidang insfratruktur dengan merobohkan 16 buah jembatan, 77 unit kendaraan roda dua dan empat tercatat rusak, menghanyutkan 34 unit rumah warga, 95 unit tercatat rusak berat, rusak sedang sekitar 101 unit dan rusak ringan sekitar 217 unit.

Gedung sekokah diketahui mengalami kerusakan 9 gedung, 23 buah rumah ibadah rusak, gedung fasum lainnya sekitar 44 unit dan telah merusakan 74 jaringan irigasi yang ada di Tanah Datar.

Kerugian yang dialami warga juga tercatat sangat besar, seperti lahan pertanian yang rusak akibat bencana ini sekitar 480,64 hektar, 1.263 ternak dinyatakan hilang dan telah merugikan sekitar 81 UMKM.

Tanah Datar, lahan pertanian sekitar 480.64 Ha sarana dan prasarana nelayan dan pengolahan ikan 14 titik, hewan ternak 3 ekor kambing, 1263 ekor ayam/itik dan 77 kolam ikan. Untuk UMKM sendiri ada 81 unit serta 1 unit koperasi.

Betikut estimasi kerugian akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor serta angin kencang di Kabupaten Tanah Datar, sektor pertanian untuk sawah Rp 4.554.400.000, ladang Rp 9.529.800.000, peternakan Rp 89.950.000, untuk perikanan Rp 2.306.352.510, koperasi Rp 5.500.000, UMKM Rp 2.281.000.000.

Di sektor perumahan sendiri kerugian mencapai Rp 90.000.000.000, kendaraan roda dua/mesin bajak Rp 2.960.000.000, kendaraan roda 4/6/8/ alat berat Rp 1.120.000.000.

Untuk sektor Insfratruktur, jalan Rp 21.000.000.000, jembatan Rp 46.875.000.000, saluran irigasi sekunder Rp 308.895.000, fasilitas umum lainnya seperti penerangan jalan umum Rp 61.700.000, air bersih Rp 3.475.789.000. Sektor sosial berupa pendidikan, sekolah Rp 8.427.000.000. Dan total seluruh estimasi kerugian adalah Rp 501.581.491.510.

GERAK CEPAT PEMKAB TANAH DATAR

Sejumlah langkah cepat dilakukan Pemkab selama masa tanggap darurat, di antaranya membuka dapur umum, mendirikan posko pengungsian serta menggalang donasi untuk membantu masyarakat terdampak.

Hal itu sebagai bukti Pemkab Tanah Datar bergerak cepat dan sigap dalam menangani bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut sejak 24 November 2025 dan mencapai puncaknya pada 27 November 2025.

Bencana hidrometeorologi ini berdampak luas mencakup 12 kecamatan dan 36 nagari di kabupaten Tanah Datar dengan jumlah pengungsi sempat mencapai puncaknya sebanyak 7.988 orang dengan tiga kecamatan paling terdampak yakni kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan dan X Koto.

Distribusi logistik dilaksanakan secepat mungkin dan menjangkau daerah-daerah sulit akses, termasuk wilayah terisolir yang ditempuh melalui jalur alternatif seperti penyeberangan Danau Singkarak menggunakan perahu boat.

Dan berkat komunikasi intensif dan koordinasi pimpinan daerah, bantuan alat berat mulai berdatangan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera Barat, Hutama Karya Indonesia (HKI), hingga pihak swasta lainnya.

Memasuki perpanjangan masa tanggap darurat hingga 17 Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar saat ini tengah mempersiapkan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Gerak cepat, koordinasi lintas sektor, serta komitmen kuat pimpinan daerah menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam melindungi masyarakat dan mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana.(Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *