Kolonel Fuad Hasan, Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia

indocorners.com| Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan mendapat kepercayaan untuk menjadi calon komandan Giuseppe Garibaldi, kapal perang Italia yang dihibahkan menjadi kapal induk pertama Indonesia.

“Sangat tidak terbayangkan saya diberikan kepercayaan dan kehormatan dari Angkatan Laut untuk jadi calon pertama komandan kapal induk. Bagi saya ini luar biasa” kata Fuad saat di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jum’at (18/9/2026)

Garibaldi saat ini masih berstatus milik Italia meski telah tiba di Dermaga 107 Tanjung Priok.

Kapal tersebut dijadwalkan diserah terimakan kepada Indonesia pada 24 Sep 2026 dan akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.

Bagi Fuad, kepercayaan tersebut menjadi pengalaman yang sulit di bayangkan sejak awal kariernya sebagai prajurit TNI Angkatan Laut (AL)

Saat dia masih berpangkat Letda, dia mengaku belum pernah membayangkan Indonesia akan memiliki kapal induk, apalagi dirinya mendapat kesempatan untuk menjadi calon komandan kapal tersebut.

Fuad merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-48 tahun 2002.

“Saya pribadi, saya dulu (saat masih) Letda, saya kan lulusan Akademi AL 2002 Angkatan 48, mungkin tidak terbayang pada saat itu saya Letda, Angkatan Laut punya kapal induk” ujarnya.

Sebelum dipercaya menjadi calon komandan Giuseppe Garibaldi, Fuad pernah memimpin sejumlah kapal perang TNI-AL, diantaranya KRI Sultan Iskandar Muda – 367, KRI I Gusti Ngurah Rai – 332, dan KRI Raden Eddy Martadinata – 331.

Fuad saat ini menjadi bagian 100 personel TNI AL yang mengawaki Garibaldi dalam perjalan dari Italia menuju Indonesia.

Mereka berlayar bersama sekitar 300 kru Angkatan Laut Italia.
Pengawakan tersebut dilakukan dengan konsep joint crew.

Personel Indonesia dan Italia berkerja sama selama perjalanan, sekaligus menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan dan familiarisasi terhadap kapal.

“Jika tidak cuma kami belajar, tapi kami juga mengawaki kapal ini menempati penjagaan, memasak, berkerja setiap hari sesuai bidang, depertemen, divisinya masing-masing” ucap dia.

Persiapan Fuad dan 99 personel Indonesia lainnya berlangsung sekitar tiga bulan.

Satu bulan sebelum diberangkatkan ke Italia pada Juli 2026, mereka terlebih dahulu menjalani pelatihan selama kurang lebih satu bulan di komando latihan (Kolat) Koarmada III.

Setelah itu, mereka berangkat ke Taranto, Italia, untuk menjalani familiarisasi selama sekitar satu bulan di pangkalan Angkatan Laut Italia.

Tahap berikutnya dilakukan langsung pelayaran menuju Indonesia yang berlangsung sekitar 25 hari.

Setelah serah terima, Fuad bersama para awak akan melanjutkan latihan untuk meningkatkan kesiapan kapal.

Menurut Fuad, Garibaldi akan diawaki oleh 400 kru dari TNI AL.
Sebanyak 300 prajurit TNI AL tengah mengikuti pelatihan di Kolat Koarmada I Jakarta.

“Jadi nanti setelah peresmian, kru total kami adalah 400 orang dan di dalamnya kami nanti ada prajurit wanita, ada Kowal juga. Jadi kami ada Kowal nanti sekitar 40 orang” pungkas dia.

ITS Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, tiba di Jakarta pada hari ini, Jum’at (18/9/2026) tadi pagi.

Kedatangan kapal dengan nomor lambung 551 di Ibukota itu disambut oleh sejumlah pejabat pertahanan di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Mereka adalah Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Ada juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, serta para pejabat pemerintah lainnya.

Setelah tiba di Jakarta, Garibaldi rencananya diserahkan kepada TNI Angkatan Laut pada 24 Sep 2026.

Pada saat yang sama, akan dilakukan reflagging atau pergantian bendera dari Italia menjadi bendera Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Garibaldi akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.

“Sebentar lagi Minggu depan kita akan diresmikan menjadi KRI Sriwijaya, dan ini adalah sejarah milestone yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia” tuturnya.

Setelah resmi menjadi bagian dari TNI AL, awak kapal akan menjalani latihan untuk meningkatkan kesiapan kapal.
“Untuk misi apapun saya siap. Mission first, safety first” tegas Fuad.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *