Indocorners.com – Sukabumi – Pihak Forum Komunikasi Wartawan Sukabumi Bersatu (FKWSB) menyayangkan adanya dugaan tindakan oknum yang mengatasnamakan jurnalis dan disebut membuat kegaduhan di lingkungan SD 2 Sukaraja Peristiwa tersebut dinilai dapat berdampak terhadap citra serta marwah insan pers, khususnya para wartawan yang selama ini menjalankan tugas jurnalistik secara profesional di Kabupaten maupun Kota Sukabumi.
FKWSB menilai, profesi wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, setiap wartawan diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai dengan etika jurnalistik, mengedepankan sikap profesional, serta menghormati lingkungan tempat melakukan peliputan.
Dugaan kegaduhan yang terjadi di lingkungan SD 2 Sukaraja tersebut menjadi perhatian karena lembaga pendidikan merupakan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar yang seharusnya berlangsung dengan aman, nyaman, dan kondusif. Kehadiran pihak luar, termasuk wartawan ketika menjalankan tugas peliputan, semestinya tetap memperhatikan tata tertib serta kondisi lingkungan sekolah.
Pihak FKWSB merasa prihatin apabila benar terdapat oknum yang menggunakan identitas atau profesi wartawan dengan cara yang justru menimbulkan keresahan. Menurut FKWSB, perilaku individu tidak sepatutnya digeneralisasi sebagai representasi seluruh wartawan yang ada di Kabupaten Sukabumi maupun Kota Sukabumi.
“Kami sangat miris apabila ada oknum yang diduga membuat gaduh dengan membawa-bawa nama profesi wartawan. Ini bukan hanya menyangkut persoalan individu, tetapi juga menyentuh marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap insan pers,” demikian sikap yang disampaikan pihak FKWSB.
FKWSB juga mengingatkan bahwa wartawan dalam menjalankan tugasnya memiliki koridor yang harus dihormati. Kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi, namun kebebasan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab, etika, dan aturan yang berlaku.
Dalam melakukan peliputan di lingkungan sekolah, misalnya, wartawan perlu berkomunikasi secara baik dengan pihak sekolah 2 sukaraja dan memperhatikan kepentingan peserta didik. Apabila terdapat persoalan atau informasi yang perlu dikonfirmasi, penyelesaiannya dapat ditempuh melalui komunikasi yang santun dan profesional.
FKWSB berharap kejadian tersebut tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. Pihaknya mendorong semua pihak untuk mengedepankan komunikasi dan mencari penyelesaian secara bijaksana.
Di sisi lain, FKWSB mengajak seluruh wartawan dan jurnalis di Kabupaten Sukabumi maupun Kota Sukabumi untuk bersama-sama menjaga nama baik profesi. Wartawan diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi yang faktual, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
FKWSB menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menggeneralisasi seluruh insan pers akibat dugaan tindakan oknum tertentu. Justru, perhatian tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap profesi wartawan agar tidak tercoreng oleh tindakan individu yang tidak bertanggung jawab.
“Marwah wartawan harus dijaga bersama. Jangan sampai tindakan oknum justru membuat masyarakat kehilangan kepercayaan kepada wartawan yang selama ini bekerja secara profesional,” ungkap pihak FKWSB.
FKWSB juga meminta apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan atau memiliki keberatan terkait pemberitaan maupun aktivitas jurnalistik, agar menempuh mekanisme yang tepat, termasuk melakukan klarifikasi dan komunikasi secara terbuka.
Dengan demikian, persoalan dapat diselesaikan secara objektif tanpa menimbulkan kegaduhan baru di tengah masyarakat. FKWSB berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pihak untuk semakin menghormati profesi jurnalistik sekaligus menjaga suasana kondusif di lingkungan pendidikan.
Catatan: Pihak FKWSB masih membuka ruang klarifikasi dari pihak sekolah maupun oknum jurnalis yang disebut dalam peristiwa tersebut.
(ketum fkwsb)





