indocorners.com – Sukabumi – Gelombang aspirasi mengalir di Kabupaten Sukabumi melalui aksi unjuk rasa yang digerakkan oleh aliansi masyarakat dan insan pers. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan krusial, mulai dari desakan keterbukaan informasi publik pada proyek strategis pemerintah yang dikawal Kejaksaan, hingga protes atas dugaan pembatasan kerja jurnalistik.
Menjaga Keterbukaan Informasi Proyek yang Bersumber dari Uang Rakyat
Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa mereka tidak mempermasalahkan kewenangan maupun fungsi pendampingan hukum yang diberikan oleh Kejaksaan terhadap proyek-proyek pemerintah.
Namun, ada batasan prinsipil yang harus ditegakkan: setiap kegiatan yang dibiayai oleh Anggaran Negara (APBN) maupun Anggaran Daerah (APBD) merupakan domain publik.
Oleh karena itu, informasi mendasar mengenai pelaksanaan proyek tersebut dinilai wajib terbuka bagi masyarakat, selama tidak termasuk dalam kategori informasi yang dikecualikan berdasarkan undang-undang yang berlaku.
Massa juga mengingatkan kembali posisi strategis pers sebagai pilar keempat demokrasi yang mengemban fungsi kontrol sosial.
Dalam menjalankan tugasnya, wartawan sangat bergantung pada akses informasi yang transparan agar produk jurnalistik yang disebarluaskan kepada masyarakat bersifat objektif, berimbang (cover both sides), dan berbasis data valid.
Soroti Dugaan Diskriminasi dan Kinerja Pelayanan Publik
Selain isu transparansi anggaran, aksi ini diwarnai oleh kekecewaan mendalam terkait adanya dugaan perlakuan diskriminatif terhadap jurnalis saat hendak menjalankan tugas konfirmasi di lapangan. Situasi ini dinilai mencederai kebebasan pers yang dijamin oleh undang-undang.
Sebagai akumulasi dari kekecewaan tersebut, massa secara tegas mendesak agar Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi dicopot dari jabatannya.
Penilaian massa, pola komunikasi, serta pelayanan informasi yang berjalan selama ini dinilai belum mencerminkan semangat transparansi maupun kemitraan yang harmonis dengan publik dan media massa di Sukabumi.
( Dwi satria )





