Bogor, Indocorners.com – “Pejabat UPTD PSDA Jabar Jarang Masuk Kantor” baik kepala UPTD, kasubag TU dan jabatan pungsional tidak ada ditempat. Karna sudah empat kali IC bertandang ke kantor tersebut selalu tidak ada baik kepala UPTD, kasubag TU maupun jabatan pungsional (japung).
Ternyata pada tanggal 30 November 2022 IC dihubungi oleh pihak UPTD PSDA via telpon agar menghubungi Yanto selaku pelaksana yang ada di UPTD tersebut. Tepat tanggal 1 Desember 2022 IC mendatangi kantor UPTD PSDA bertemu dengan Yanto dan Yuli selaku ASN di kantor tersebut.
Yuli merupakan sebagai jabatan pungsional dan juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di kantor UPTD PSDA Wilayah Ciliwung-Cisandane Jabar tersebut. Mengklarifikasi mengenai pemberitaan tersebut kalau dirinya sebenarnya ada di kantor, terkecuali saya dinas luar (1-12-2022).
Yuli meminta klarifikasi tentang pemberitaan mengenai dirinya karna itu menyangkut nama baik. IC menyarankan kepada yuli lakukan hak jawab melalui surat tertulis kepada redaksi Indocorners.com
Pada hal IC sudah berulang kali berusaha untuk menemui pejabatnya, baik jabatan pungsional, kasubag TU dan kepala UPTD PSDA Provinsi Wilayah Jabar yang bertempat di Kota Bogor selalu tidak ada ditempat. Sedangkan security menjelaskan Yuli selaku jabatan pungsional dikala itu ada di kantornya tapi kenapa resepsiones menjelaskan bu Yuli sedang keluar. Ini ada dugaan kalau resepseionis didoktrin oleh pihak UPTD PSDA untuk berbohong kepada wartawan.
Kejadian seperti ini, tentunya akan merusak nama baik Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, oleh oknum pejabat UPTD PSDA yang ada di Kota Bogor. Karena mereka telah menyimpang dari tugas pungsional yang seharusnya tidak menghindar dari kunjungan awak media yang membutuhkan informasi. Untuk mengetahui perkembangan proyek di Kota Bogor dalam pengawasan pejabat UPTD PSDA tersebut.
Dalam hal ini, diduga PUPR Provinsi Jawa Barat kurangnya melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap ASN di UPTD PSDA wilayah Ciliwung-Cisadane Jabar. Sehingga para pejabatnya jarang masuk kantor atau sengaja berbohong karna tidak mau bertemu wartawan.
Diharapkan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar memanggil dan meminta keterangan baik Kadis PUPR Provinsi Jawa Barat atau pihak yang berkopeten dalam hal ini. Agar tidak ditiru oleh ASN lainnya karna hal ini bisa menjadi preseden buruk buat PUPR Jabar itu sendiri. (Yan)











