Tabir misteri kematian Faradila Amalia Najwa, Mahasiswi UMM

Tabir misteri kematian Faradila Amalia Najwa, 21, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ditemukan di parit tepi jalan Wonorejo, Pasuruan sedikit demi sedikit terkuak.

Sejauh ini, Polda Jatim telah mengamankan AS, 37 kakak iparnya sendiri. AS merupakan oknum anggota Polsek Krucil Probolinggo.

Ia diduga bukan pelaku tunggal dalam kasus kematian Fara (panggilan akrab korban Faradila).

Polisi sejauh ini masih memburu terduga lain yang terlibat dalam kematian korban Fara yang mengenaskan tersebut.

Agus Subianto, 48, salah satu keluarga korban menceritakan hubungan terduga AS dengan mertua atau ayah korban sudah renggang beberapa waktu terakhir.

H Ramlan, ayah korban yang juga mertua terduga pelaku sebelumnya juga sempat menceritakan hal yang sama.

Hubungannya dan menantu yang menikahi anaknya sekitar 4 tahun lalu itu sudah tak sehangat saat awal menantunya menikahi putrinya dulu. “Kalau tidak akur sudah lama. Tetapi saya tidak pernah menyangka terduga pelaku adalah dia,” ujarnya.

Sementara itu, Agus menjabarkan, hubungan terduga AS dengan korban Fara seperti punya dua sisi berbeda.

Korban Fara sendiri, menurutnya juga bersikap tidak akur dengan kakak iparnya itu di hadapan Ramlan dan keluarga yang lain.

Namun, cerita berbeda disampaikan teman-teman korban Fara. Beberapa teman korban mengatakan, hubungan korban dan AS sangat akur saat di luar rumah.

Mereka memiliki hubungan yang cukup dekat. Namun kedua orang tua korban tidak mengetahui hal itu.

Setelah korban Fara ditemukan meninggal, baru keluarga mendapat informasi bahwa korban dan AS sering ketemu di indekos korban di Malang.

Lokasinya di sekitar Karang Ploso, Kabupaten Malang. Tempat ini berada di belakang Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tempat korban kuliah.

Namun keluarga tidak menaruh curiga apa pun. Keluarga hanya mengira, kedekatan itu terjadi karena mereka punya hubungan sebagai kakak ipar dan adik ipar. Tidak lebih dari itu.

“Pelaku ini beberapa kali ke indekos korban. Dan itu diketahui oleh teman-teman korban. Tapi mereka menganggap tidak ada hubungan apa-apa. Hanya sebatas adik dan kakak ipar,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat perempuan ditemukan di parit yang ada di Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/12) pagi. Korban ditemukan dengan pakaian lengkap dan masih menggunakan helm.

Belakangan diketahui, dia adalah Faradila Amalia Najwa, 21, warga Desa/Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, yang juga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Source: sumpek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *