Suir Syam Ajak Masyarakat Cegah Stunting

Sijunjung.Indocorners.com- Politisi Gerindra, H.Suir Syam terus menyuarakan pecegahan stunting pada anak dengan melakukan edukasi kepada masyarakat. Pada tanggal 18 di Gedung UDKP Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat Anggota Komisi IX DPR RI ini mengajak masyarakat mencegah stunting agar Indonesia emas pada 2045 tercapai.

<span;>Dalam kegiatan edukasi ini, H.Suir Syam mengajak mitra kerja Komisi IX, yakni Sekretaris perwakilan BKKBN Provsinsi Sumatera Barat, Nova Dewita, SE. Hadir pula pada kesemoatan itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Sijunjung, Roni Satria, SSTP, MSi,  Ketua Fraksi Partai Gerinda DPRD Sijunjung, Delfirman, Camat Kupitan, Zainuddin Usman, Walinagari Padang Sibusuk, Afrizal, SP,  Penyuluh KB dan kader2 KB, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

<span;>Diawal kegiatan, H.Suir Syam memaparkan apa itu stunting. Katanya, stunting bisa terjadi pada anak ketika masih dalam rahim ibunya lantaran kekurangan asupan gizi seimbang. Akibat dari kekurangan gizi ini bedampak pada pertumbuah fisik dan otak anak.

<span;>Ciri- ciri anak stunting, selain perawakan tubuhnya yang pendek dibandingkan anak seusianya, wajahnya juga tampak muda, berat badan tidak naik dan cenderung menurun, kemampuan fokus dan memori belajar tidak baik, serta cenderung pendiam.

<span;>”Stunting ini harus diwaspadai, jika para ibu- ibu melihat ciri ciri yang demikian rupa, cepat konsultasikan ke dokter dan ahli kesehatan agar bisa diatasi atau diobati,” terangnya.

<span;>Lanjut Suir Syam, stunting dapat dicegah sedini mungkin dengan cara mengkomsumsi gizi seimbang sejak bayi masih dalam rahim. Gizi seimbang itu berupa protein dan vitamin. Memeriksakan kesehatan secara berkala ke pusat kesehatan serta menjaga pola hidup sehat.

<span;>”Pada enam bulan pertama usia anak berikan ASI tanpa makanan tambahan lainnya. Mengontrol tumbuh kembang anak secara rutin,” terangnya.

<span;>Sementara itu, Sekretaris perwakilan BKKBN Provsinsi Sumatera Barat, Nova Dewita, SE mengatakan, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 prevalensi stunting sebesar 21,6 persen. Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 2,8 persen. Target yang harus dicapai pada tahun 2024 adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen.

<span;>Target ini bisa tercapai apabila semua pihak terlibat langsung menangani stunting ini. Stunting tidak hanya tanggungjawab pemerintah, tapi juga tanggungjawab masyarakat.

<span;>”Maka dari itu, mari sama- sama kita cegah stunting ini sesuai peran masing- masing,” ajaknya.

<span;>Katanya, Sosialisasi, Advokasi dan KIE merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka penurunan angka stunting di Sumatera Barat, umumnya di Indonesia.

<span;>”Kami berharap para peserta sosialisasi menyebar luaskan edukasi yang didapat di lingkungan keluarga, tetangga dan masyarakat luas agar Indonesia emas 2045 bisa terwujud. Anak sehat Indonesia hebat,” pungkasnya.( yr )

<span;>Teks Foto

<span;>H.Suir Syam bersama tokoh masyaralat kupitan dalam kegiatan Sosialisasi, Advokasi dan KIE Penurunan Stunting di Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *