Bogor. Indocorners.com – Sekolah yang diduga melakukan pungli terhadap peserta didik dan menjual sampul buku juga menarik biaya parkir kepada peserta didik akan ditindak lanjuti oleh saber pungli Cibinung Kabupaten Bogor.
Mungkin sudah menjadi kebiasaan sekolah SMP Negeri 1 Cijeruk dugaan melakukan pemotongan uang Program Indonesia Pinter PIP bantuan dari Kementerian Pendidikan buat peserta didik miskin. Bantuan untuk peserta didik tersebut nominalnya Rp.750.000 persiswa, namun pihak sekolah melakukan pemotongan sekitar Rp.50.000 persiswa, sekitar 200 siswa miskin yang mendapatkan bantuan tersebut.
Menurut keterangan seorang guru kepercayaan kepala sekolah yang tidak diketahui namanya menjelaskan kepada rekan wartawan sinar pagi, kalau yang bersangkutan mengakui menghimbau kepada para orang tua murid minta pengertiannya sekedar untuk uang pengganti lelah dan kepengurusan untuk mendapatkan PIP.
Ahmad Sujai selaku kepala sekolah menjelaskan kepada rekan wartawan sinar pagi diruang kantornya sekitar satu bulan yang telah lalu. Sudah ada wartawan yang datang mengkonfirmasi mengenai pemotongan uang PIP dan juga ada protes dari orang tua murid sehingga kami stop, dengan memperlihatkan tulisan yang bunyinya kurang lebih “Dilarang Melakuan Pungli”.
Jajaran Saber Pungli Kabupaten Bogor telah menerima laporan wartawan mengenai SMP Negeri 1
Cijeruk yang diduga melakukan pemotongan dana PIP peserta didik. Dan sekolah tersebut juga menjual sampul buku hingga parkir berbayar disekolah, belum diketahui uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi kepala sekolah atau dibagikan kepada jajarannya.
Anggota saber pungli Aiptu Sigit dan Aipda Purnomo telah menerima laporan akan segera melaporkan kepada komandan untuk ditindak lanjuti jelasnya kepada IC diruang kerjanya (27-6-2023). (Yan)









