NEWS  

Perjalanan Maut ke Padang: Keluarga Mardian Dihantam Banjir Bandang Jembatan Kembar, 1 Masih Hilang

Indocorners.com|Sumbar, Mardian harus menerima kenyataan pahit setelah ibu dan anaknya dipastikan tewas terseret banjir bandang Padang Panjang saat melintas di Jembatan Kembar, Lembah Anai.
Keluarga Mardian berangkat bertiga mengendarai sepeda motor dari Solok menuju Padang.

Namun nahas, tragedi itu merenggut nyawa Ibu dan anaknya, sementara adik ipar Mardian hingga hari ini belum ditemukan tim SAR.

Isak tangis Mardian pecah di ruang penjemputan jenazah RS Bhayangkara Padang, Polda Sumatera Barat Senin (15/12/2025).

Tubuhnya tampak lemas saat kabar pahit ibu dan anaknya menjadi dua dari korban banjir bandang di Jembatan Kembar, Kota Padang Panjang.

Mardian, warga Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, hanya bisa menangis.

Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Ia beberapa kali dipeluk dan ditenangkan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, yang dengan sabar mengusap kepala Mardian agar tetap tegar.

Tangis itu pecah setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri memastikan identitas dua jenazah yang sebelumnya tak dikenal.

Keduanya adalah Aliah, ibu kandung Mardian, serta anaknya, Rizky Muhammad Akbar.
Sementara itu, satu anggota keluarga lainnya adik ipar Mardian hingga kini masih belum ditemukan.

Tragedi ini bermula pada Kamis (27/11/2025) lalu. Aliah, Rizky, dan adik ipar Mardian berangkat menuju Kota Padang dengan mengendarai satu sepeda motor, melintasi jalur Lembah Anai.
Namun nahas, saat melintas di kawasan Jembatan Kembar, Kota Padang Panjang, banjir bandang datang menerjang. Ketiganya dinyatakan hilang sejak saat itu.

Beberapa waktu kemudian, dua jenazah ditemukan di kawasan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.
Karena belum diketahui identitasnya, Polda Sumbar sempat memakamkan keduanya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus, Kota Padang pekan lalu.

Kepastian baru didapat setelah proses pencocokan data antemortem dan postmortem oleh tim DVI Mabes Polri.

Hasil identifikasi itulah yang akhirnya membawa Mardian ke RS Bhayangkara Padang, untuk menerima kenyataan pahit atas kepergian orang-orang tercintanya.

Usai proses penyerahan jenazah secara simbolis, Mardian memutuskan memindahkan makam ibu dan anaknya ke pemakaman keluarga di Kabupaten Solok.

“Jenazah keduanya akan dimakamkan kembali di makam keluarga di Solok. Karena sebelumnya dimakamkan di TPU Bungus saat identitas belum diketahui,” ujar Devi, perwakilan Puskesmas Singkarak yang mendampingi Mardian.

Devi juga membenarkan bahwa ketiga korban saat itu tengah dalam perjalanan menuju Kota Padang sebelum akhirnya terseret banjir bandang di Padang Panjang.

“Mereka bertiga. Namun sampai sekarang adik ipar Ibu Mardian masih belum ditemukan. Hari ini baru anak dan ibunya yang berhasil diidentifikasi,” ungkap Devi.

Di tengah ruang rumah sakit yang sunyi, tangis Mardian menjadi saksi betapa banjir bandang tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.(*)

Sumber: Tribun Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *