Hukum  

Diduga Proyek Asal Jadi Dinas PUPR Patut Dipertanyakan

Bogor, Indocorners.Com,- Hampir setiap jalan di Kota Bogor yang tadinya aspal sekarang menjadi betonisasi, karena menurut rieset perbandingan sejak tahun 2015, bahwa kualitas dan daya tahan betonisasi tersebut bisa mencapai usia dua puluh tahun dibandingkan dengan kualitas aspal, ungkap mantan kabid perbaikan jalan PUPR Kota Bogor, X. Fahmi Hakim, pada saat itu.

Hal tersebut memang banyak benarnya bila pekerjaan betonisasi tersebut sesuai dengan spek perencanaan kerja yang tertuang dalam RAB proyek tersebut, namun yang satu ini proyek betonisasi dijalan Rangga Gading, tepatnya didaerah kampung cingcau kelurahan Gudang Kecamatan Bogor Tengah kondisi jalan sudah rusak.

Sementara menurut samsuri sebagai sopir angkot 04, jurusan cihideng bogor, mengatakan, pa jalan daerah sy juga di cor betonisasi, tapi sudah tiga tahun masih bagus, tapi kalau saya bandingkan betonisasi ini hanya bagus motifnya saja, memang jalan ada paryasinya, tapi kekuatan ga ada kata samsuri pada kobrapostonline. Minggu 13 Nopember dilokasi pengeteman angkot 04.

Menyikapi hal ini ada dugaan pihak PUPR Kota Bogor terkesan tutup mata, dan petugas pengawasan pembangunan jalan tersebut diduga kongkalingkong dengan pihak pengusaha atau kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut.

Keterkaitan dengan proyek tersebut bahwa pihak inspektorat Kota Bogor juga yang berwenang untuk melakukan sidak, ternyata proyek betonisasi di Jl. Rangga Gading, kampung cingcau luput dari pengawasan inspektorat Kota Bogor.

Dalam hal ini kami sebagai masyarakat meminta kepada pemerintah dan wakil rakyat, agar informasi yang sipatnya kritik membangun harus secepatnya ditanggapi, karena pembangunan tersebut menggunakan dana Anggaran Pembelanjaan Pemerintah Daerah ( APBD ) Kota Bogor yang artinya uang rakyat dari rakyat untuk rakyat.

Proyek betonisasi jalan kampung cingcau kelurahan gudang kecamatan bogor tengah yang dikerjakan pada tahun 2021, kini jalan tersebut sudah rusak, bahkan ada upaya dilakukan penambalan menggunakan semen pasir, namun kerusakan jalan tersebut tidak bisa diatasi dengan cara begitu.

Karena betonisasi harus sesuai dengan kontruksi pemasangan rangka besi pada saat pengecoran, ini ada dugaan rangka besi tersebut tidak sesuai dengan kontruksi perencanaan, sedangkan tingkat ketahanan betonisasi seharusnya lebih kuat dibandingkan dengan aspal hotmic.

Sampai berita ini diturunkan, kabid pembangunan jalan, Dadan, susah untuk ditemui, bahkan sering menghindar kalau dipertanyakan mengenai proyek jalan di Kota Bogor, dan ini tidak menunjukan sebagai pejabat publik yang menjadi publik figur dimasyarakat, ini merupakan cermin buruk dikalangan pemerintah Kota Bogor, yang artinya salah penempatan untuk kabid tersebut, sehingga kualitas pembangunan jalan di Kota Bogor amburadul (Andy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *