Diduga Bermasalah Kepala SMAN 1. Megamendung Blokir Belasan Hp Para Jurnalis

Bogor, Indocorners.com – Kepala SMAN 1 Megamendung menunjukan sikap yang tidak pantas bagi seorang public figur harusnya menjadi tauladan bagi masyarakat. Sekaligus cermin bagi para peserta didik selama menimba ilmu di bangku sekolah tersebut.

Bahkan awak media merasa dibohongi oleh kepala SMAN 1 Megamendung Fitriyani, Si, .M. Pd yang menjanjikan siap untuk menerima kunjungan dari awak media tersebut. Sesuai janjinya sampai pukul sebelas dia ada waktu untuk menerima kehadiran awak Media yang di janjikan oleh kepala SMAN 1 Megamendung Senin (21/3/2022).

Saat awak media berkunjung ke sekolah ternyata kepala SMAN 1 Megamendung malah memblokir nomor Hp awak media tersebut. Pada hal dia sendiri bersedia menerima awak media di kantornya.

Ketika awak media datang ke sekolah tersebut malah yang menerima hanya wakasek bidang humas yaitu Asep. Humas mengajak awak media duduk di saung di belakang kantor lalu mejelaskan ibu sedang sibuk urusa KCD. Asep menjelaskan lagi memang ada belasan WA wartawan diblokir oleh ibu alasannya ketika ibu sedang rapat ada wartawan yang nelpon.

Namun menurut awak media mejelaskan kepada Asep itu bukan alasan yang logika kalau kebetulan ibu sedang rapat ditelpon oleh waratwan lalu diblokir. Bisa saja ketika sedang rapat HP di silent atau dimatikan oleh kasek untuk menghindari panggilan tersebut.

Dengan diblokirnya beberapa WA wartawan awak media mencurigai kasek ini sedang ada masalah di sekolah yang dia pimpin. Pada hal seorang Public Pigur harusnya terbuka untuk memberikan informasi.

sesuai dengan UU KIP, atau UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sangat penting sebagai landasan hukum yang berkaitan dengan pertama, hak setiap orang untuk memperoleh informasi. Pasal 28 F menyebutkan setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh infornasi.

Saat awak media melihat adanya rehab di sekolah tersebut, lalu dipertanyakan mengenai WC & saung sumber tersebut menggunakan dana dari mana, lalu Asef menjawab tidak tahu, dengan jawaban yang tidak logis katanya mungkin sisa tahun kemaren. Asep selaku Humas juga diduga tidak mau terbuka mengenai hal tersebut pada hal sekecil apapun mengenai informasi perlu disampaikannya. (Yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *