Bogor. Indocorners – obat sebagai penunjang kesehatan khusus buat pasien agar bs sembuh dari penyakit atau paling tidang mengurangi rasa sakit buat pasiennya.
Hal ini sangat bertolak belakang dengan Apotik Kimia Farma plat merah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jalan Juanda Bogor). Karna masih ada beberapa pasien yg tidak mendapatkan obat Hipertensi, juga seperti Hari pasien RS Salak Bogor usia sekitar 70 Tahun pengakuannya kepada IC dirinya sering di kasih obat Hipertensi dengan jumlah yang kurang oleh Apotek Kimia Farma Jalan Juanda Bogor.
Lebih parahnya lagi SA Pasien RS Melania yang dikembalikan ke Puskesmas Balaikambang Batutulis mendapat resep mengambil obat untuk satu Bulan di Apotik Kimia Farma Juanda Bogor pada hari Jum’at 22 Maret 2024 tak satupun obat yang diterimanya, bahkan sering kurang kalau Kimia Farma memberikan obat lainnya kepada pasien selama Lima Tahun berjalan.
Petugas pelayanan obat hanya memberikan resep kepada pasien untuk dibeli di Apotik lain bahkan petugasnya tidak menyampaikan mepada pasien kalau besok obat datang boleh diambil.
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada super visor Apotik Kimia Farma yaitu Tuti menjelaskan memang obatnya kosong akibat keterlambatan dari distributor jelasnya (23-3-2024).
Tuti selaku supervisor mengarahkan ke pimpinan yaitu Lut selaku pelaksana harian di Kimia Farma tersebut memanggil Apotiker Pendamping untuk dimintai keterangan, karna menurut Lut SOP kami jelas apabila pegawai kami salah akan kami tindak. Dua wanita sudah ada diruangan Lut, yaitu salah satu Difa selaku Apotiker Pendamping mengakui kesalahnnya karna tidak menyampaikan kalau obat hari ini kosong besok bisa diambil terangnya (27-3-2024).
Diharapkan kepada Pimpinan Perusahaan Milik Negara ini agar mengawasi & memberikan pembinaan kepada bawahannya agar masyarakat yaitu ( pasien ) tidak dirugikan dalam hal kesehatan. ( Yan)











