SOLOK.Indocorners.com- Ratusan warga Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat mengikuti Sosialisasi, Advokasi dan KIE Penurunan Stunting. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Gedung Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al Arifin setempat tanggal 20 Oktober 2023.
<span;>Hadir pada kesempatan itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Lismomon Nata, SPd, MSi, Kemenag setempat, Bustami, Kapolsek X Koto Sungkarak, tokoh masyarakat setempat, Mardan Malin Mudo, Sultanul Yusra Tuanku Sutan Bandaro, Oki Mahendra, Kade KB, Penyuluh Keluarga Berencana ( PKB) dan ratusan undangan lainnya.
<span;>Ratusan warga yang didominasi para kaum ibu- ibu ini antusias mengikuti setiap materi Sosialisasi, Advokasi dan KIE penurunan Stunting yang disampaikan narasumber.
<span;>” Penyebab utama stunting adalah lantaran kekurangan asupan gizi, hal ini bisa terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan karena ibu tidak mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Sehingga tumbuh kembang anak terganggu atau tidak normal seperti anak pada umumnya,” ungkap Anggota Komisi IX DPR RI, H.Suir Syam.
<span;>Lanjut Suir Syam, stunting ini dapat dicegah apabila masyarakat, terutama kaun ibu- ibu paham apa yang dikatakan stunting. Stunting adalah gagal tumbuh pada anak akibat kurang asupan gizi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek dapat terganggunya perkembangan otak, metabolisme serta pertumbuhan fisik. Dalam jangka panjang anak kesulitan belajar.
<span;>” Kondisi stunting bisa pula terjadi setelah kelahiran, tepatnya di saat anak di bawah usia dua tahun karen kebutuhan asupan gizinya tidak terpenuhi. Asupan yang dibutuhkan tersebut meliputi ASI dan MPASI (makanan pendamping ASI). Selain kurangnya asupan makanan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab stunting, khususnya makanan yang kaya akan protein, mineral zinc, serta zat besi yang penting bagi anak di usia balita,” pungkasnya.
<span;>Kemudian Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Lismomon Nata, SPd, MSi, menyebutkan, stunting bisa terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu terhadap pentingnya pemenuhan gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan.Kurangnya persediaan air bersih dan sanitasi. Berat badan ibu tidak naik selama hamil atau kenaikan berat badan ibu kurang dari nilai ideal. Terbatasnya akses pelayanan kesehatan. Anak menderita penyakit yang menghalangi penyerapan nutrisi.
<span;>” Stunting bisa diobati dengan cara mengetahui penyebabnya. Misalnya dengan memperbaiki nutrisi, pemberian suplemen, atau menerapkan gaya hidup sehat,” pungkasnya.( yr )











