Daerah  

Anggota DPRD Ade Dasep Kab.Sukabumi Lapor KPK Terkait Dugaan Selisih APBD TH 2023 RP 16 M

Indocorners.com – Sukabumi – Sampai saat ini belum dijawab akhirnya Ade Dasep ZA mengambil langkah membuat laporan resmi ke KPK,

Setelah menunggu jawaban surat yang dikirimkan oleh Ade Dasep Zainal Abidin anggota banggar DPRD Kabupaten Sukabumi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah(TAPD) Tertanggal 22 April 2024 terkait selisih anggaran APBD (murni)Thn 2023.
Informasi yang dihimpun oleh awak media,laporan terkait selisih anggaran Rp 16 M tersebut sudah diterima oleh lembaga anti rasuah tersebut pada 15/5/2024.
Lanjut Ade Dasep ” APBD yg disepakati Antara Badan Anggaran DPRD Kab.Sukabumi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah thn 2023 sebesar Rp 4.101.247.290.615. Ini lah yang sah dan sudah ketok palu ,
Tetapi setelah turun dari Gubernur Jawa barat APBD Thn 2023 ( murni) berubah menjadi Rp 4.117.862.148.383.
Ini lah yang menjadi akar permasalahan,” jelasnya.

Ketika awak media menanyakan tentang apa saja yg dilaporkan oleh Ade Dasep ZA,kata Ade Dasep ” terkait masalah selisih anggaran sebesar Rp 16.614.857.768.dalam APBD (murni) Th 2023 ,
Karena angka sebesar Rp 4.117.862.148.383. Tidak pernah dibahas dibanggar,dipastikan tidak ada perencanaannya di BAPELITBANGDA dan tidak Sinkron dengan kegiatan dan anggaran yg ada di SKPD-SKPD maupun BPKAD,” Ucapnya.

Ketika Awak media menanyakan siapa- siapa saja yang dilaporkannya terkait selisih anggaran APBD tersebut, Kata Ade Dasep ZA.” Semua Tim Anggaran Pemerintah Daerah.(TAPD),Kab.Sukabumi,
Dilain pihak seorang politisi yg tidak mau disebut namanya menjelaskan kepada Awak media terkait Anggaran APBD TH 2023, Kata Dia “Ade Dasep ZA itu sportip membuka masalah ini kepada publik,agar masyarakat Sukabumi mengetahuinya,dan juga sebagai pembelajaran buat mereka yang suka bermain anggaran “Ucapnya.

Lanjut Dia” bukan hanya itu saja kadang kala ada kesepakatan lain dibawah meja antara TAPD dengan DPRD.”jelasnya.

Selanjutnya Awak Media menanyakan “Apakah termasuk Bupati Sukabumi ? Jawab Ade Dasep ZA” pokoknya semua TAPD.”ujarnya.
Masih kata Dia” Saya tidak mengerti kenapa BPK RI tidak menemukan selisih sebesar Rp 16 M dalam LKPJ Bupati”,pungkasnya.
(E.hamid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *