Payakumbuh— Risma(38), warga Tanjuang Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, mengaku berani datang ke rumah sakit untuk berobat dengan bermodal kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Wanita yang akrab disapa Ima itu, bersyukur sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) dari Pemerintah Kota Payakumbuh. Tiga anak dan suaminya juga sudah ter-cover, sehingga dirinya tidak memikirkan lagi biaya untuk berobat keluarga.
“Saya sudah sejak 2016 ter-cover program JKN BPJS Kesehatan bersama anak dan suami. Kehidupan kami yang bekerja sebagai petani sangatlah membutuhkan jaminan Kesehatan untuk melindungi Kesehatan kami sekeluarga. Sudah pasti kami tidak mampu membayar biaya berobat apalagi sampai rawat inap dan operasi” ucapnya.
Ima, mengaku sangat terbantu dengan adanya kartu JKN BPJS Kesehatan. Bahkan saat biaya bersalin anak ke 3 mereka 4 tahun lalu dengan biaya yang cukup banyak tapi semuanya sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Selain untuk bersalin, saya juga sudah mendapatkan manfaat berobat di Puskesmas maupun rumah sakit seperti sakit gigi, periksa gula darah, asam urat dan suami saya juga pernah di rawat inap saat menderita sakit asma. Dan semuanya itu gratis, tidak membayar sedikutpun,” katanya.
Sejak adanya kartu BPJS Kesehatan ia sedikit lega terutama saat anggota keluarga yang sakit. Dengan hanya bermodalkan kartu BPJS Kesehatan ia dan keluarga sudah dapat datang kerumah sakit atau fasilitas kesehatan seperti puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya dan keluarga.
“Nyatanya kegunaan kartu BPJS Kesehatan terhadap saya dan keluarga, hendaknya juga dapat dirasakan oleh masyarakat lainnya. Dengan memiliki jaminan Kesehatan, tidak perlu khawatir lagi memikirkan uang untuk biaya berobat ke rumah sakit atau puskesmas,” lanjutnya.
Masyarakat yang sakit tidak perlu berutang atau menjual harta benda untuk berobat. Selama ini, akibat sakit orang juga enggan untuk memeriksakan diri kerumah sakit dan memilih berobat kampung atau membeli obat di warung-warung. Bahkan sebahagian masyarakat memilih tidak berobat sama sekali karena membayangkan besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk berobat.
Ima yang ditemui oleh awak media di Puskemas Padang Karambia menuturkan, manfaat sudah memiliki kartu JKN BPJS Kesehatan sangatlah banyak, karena ketakutan dan kecemasan tidak mampu membayar biaya pengobatan akan hilang, pasien bisa focus untuk kesembuhannya.
“Terakhir kemaren anak saya di rawat inap di Rumah Sakit Adnaan WD Payakumbuh karna Demam Berdarah (DBD). Selama 5 hari di rawat inap, Alhamdulillah anak saya sudah sehat kembali dan kami tidak dikenakan biaya apapun, semua sudah ditanggung BPJS Kesehatan” tutur Ima.
Dipengujung Ima menyampaikan agar seluruh masyarakat mendaftarkan diri beserta keluarganya menjadi taggungan BPJS Kesehatan, bagi yang mampu bisa mendaftar secara mandiri dengan membayar iuran sendiri setiap bulannya dan bagi yang tidak mampu dapat mencyampaikan ke Walinagari atau Lurah setempat untuk didaftarkan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan menjadi peserta PBI JK tanggungan pemerintah.
“Masyarakat harus sada akan pentingnya melindungi diri dan menjaga Kesehatannya, agar kitab isa terjamin untuk biaya pengobatan maka masyarakat harus mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Demi menjaga keberlansungan BPJS Kesehatan seterusnya, masyarakat harus rutin membayar iurannya, jangan sampai menunggak, termasuk juga pegawai, karyawan dan pemerintah daerah juga harus mendukung program JKN BPJS Kesehatan ini dengan mendaftarkan karyawannya dan masyarakatnya. Semoga dengan rutinnya pembayaran iuran JKN, BPJS Kesehatan dapat memberikan jaminan dan layanan makin baik lagi, harapan masyarakat pasti sepuas-puasnya, tp saya yakin BPJS Kesehatan dapat memenuhinya kalua semua sesuai aturan yang berlaku”, tutupnya.(can)











