Oleh : Yandi Piliang
Pemerhati Adat dan Kebudayaan
Indocorners.com|Tadi sore saya menyempatkan waktu untuk melihat lansung Cagar budaya Ustano Rajo Adat Buo di Nagari Buo, kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Sepertinya sangat diperlukan pelestarian cagar budaya tersebut agar mampu untuk mengangkat sektor pariwisata sejarah Orang Minangkabau terdahulu. Karena Transformasi menjadi ikon wisata nagari berpotensi besar meningkatkan ekonomi warga setempat melalui penyediaan homestay, kuliner, dan kerajinan.
Dalam hal ini tentu saja saya sangat berharap Pemerintah Daerah dan Propinsi juga komunitas setempat untuk dapat mengambil langkah konkret, agar merealisasikan potensi bersejarah ini dengan cara restorasi fisik dan spiritual. Melakukan pemugaran cagar budaya kerajaan Buo secara hati-hati agar tidak merusak keasliannya dan juga aman untuk dikunjungi.
Setelah dilakukan pemugaran lokasi cagar budaya, ustano rajo adat buo dan museum perlu untuk di bangun kembali agar kehadiran istana dan museum di kawasan cagar budaya Ustano Rajo Adat Buo di Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, menjadi pusat pelestarian sejarah yang kuat. Museum sebagai penyimpanan benda purbakala tidak hanya mengamankan warisan leluhur, tetapi juga akan melahirkan ikon nagari yang memiliki daya tarik budaya langka.
Pemugaran dan pelestarian cagar budaya tersebut tentu saja akan memberikan keuntungan ganda, Pertama, merawat identitas sejarah Minangkabau. Kedua,menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Praktik ini juga memperpanjang usia warisan leluhur melalui perbaikan fisik yang terarah, sekaligus membuka peluang besar bagi sektor pariwisata dan juga edukasi.
Itu Saja.





