Indocorners.com|Anggaran pendidikan Indonesia sangat memprihatinkan. Indonesia mencatatkan sejarah sebagai Juara Pertama Negara dengan Anggaran Pendidikan terendah di Dunia, hanya 1,3 Persen dari PDB!
Kabar duka menerpa sektor pendidikan nasional. Berdasarkan laporan terbaru UNESCO Institute for Statistics yang diperbarui pada 2025, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan alokasi anggaran pendidikan paling minim di dunia jika diukur dari persentase Produk Domestik Bruto (PDB). Dari 181 negara yang disurvei, Indonesia berada di posisi terbawah dengan hanya mengalokasikan 1,3 persen PDB untuk sektor pendidikan.
Fakta ini menjadi sorotan tajam ketika disandingkan dengan data demografis dari Visual Capitalist. Indonesia memiliki beban populasi usia sekolah dan produktif muda yang sangat besar, mencapai 40,2 persen dari total populasi. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan negara seperti Singapura (25,6 persen) atau Jepang (20,8 persen).
Meski anggaran pendidikan Indonesia tercatat paling rendah, para ahli mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak melulu soal besaran angka, melainkan efektivitas penyerapan anggaran, kualitas tenaga pendidik, dan meratanya akses pendidikan hingga ke pelosok negeri. Celakanya, ketika parameter inipun makin menunjukkan betapa buruknya performa pendidikan nasional.
Warga Net, dengan basis penduduk muda yang begitu besar sebagai modal masa depan bangsa, apakah menurut kalian alokasi 1,3 persen PDB ini sudah cukup untuk mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan kita? Atau ini adalah “lampu kuning” yang harus segera direspons pemerintah agar bonus demografi kita tidak berubah menjadi beban nasional? Tentu sudah bisa dipastikan, bonus demografi sungguh sangat mencemaskan.
(Sumber : UNESCO Institute)





