Indocorners com|Sukabumi-pada hari ini,Senin(26/2/2024) forum komunitas wartawan Sukabumi Bersatu(FKWSB) Resmi membut laporan pengaduan atas dugaan korupsi,dan pemalsuan Data bagi warga belajar(WB),juga pemalsuan nama tutor atau pengajar pada pusat kegiatan Belajar Mengajar masyarakat(PKBM)LPMD tersebut.
PKBM LPMD ini yang beralamat di Desa cijalingan,kecamatan Cicantayan,kabupaten Sukabumi,jawa barat.
Menurut Rd.Hadi Haryono,Ketua umum FKWSB kepada awak media mengatakan”,PKBM LPMD ini sudah merusak citra pendidikan dan merugikan keuangan Negara,yang sudah sepatutnya kita laporkan kepad aparat penegak hukum”,terang Hadi.
Pada pelaporan tersebut langsung diterima oleh kepala seksi intel kejari kabupaten Sukabumi,WAWAN diruang kerjanya.
Menurut WAWAN atas laporan FKWSB mengatakan”,nanti kita akan perintahkan kasi pidana khusus(pinsus) untuk segera menelaah terlebih dahulu,apa yang dilaporkan oleh pihak FKWSB”,ungkapnya.
PKBM( Pusat kegiatan belajar masyarakat) didirikan pemerintah tujuannya adalah untuk mencerdaskan sumber daya manusia atau masyarakat yang putus sekolah, baik di tingkat SD, SMP ,SLTA sederajat agar dapat melanjutkan pendidikannya kembali melalui pendidikan non formal.
Lebih lanjut dikatakan Hadi” PKBM ini juga diberikan Anggaran BOPS , untuk paket a sebesar Rp1.300.000 persiswa,paket B Rp1.510.000 persiswa dan untuk paket C sebesarRp 1.810.000 persiswa”,terang hadi.
“Begitu banyaknya jumlah warga belajar yang ada di PKBM LPMD ini yang menurut aturan satu rombel untuk 35 warga belajar, yang menjadi pertanyaan dengan jumlah 289 peserta didik di mana rombelnya dan bagaimana cara memberikan pelajarannya,artinya pemerintah sudah sangat memperhatikan dunia pendidikan
dengan adanya bantuan pemerintah tersebut seharusnya Pusat kegiatan belajar masyarakat( PKBM) melaksanakan kegiatan belajar mengajar itu sebagaimana mestinya”,tegasnya.
“Tetapi pada faktanya hasil penelusuran awak media PKBM LPMD dengan nomor NPSN p2962 459 yang menerima anggaran sebesar Rp 502.660.000.- untuk warga belajar sebanyak 289 orang dengan rincian paket a sebanyak 3 orang peserta Paket B sebanyak 63 orang dan untuk peserta paket C 223 orang total keseluruhan 289 orang peserta yang dibiayai oleh dana tersebut”,ungkap hadi lagi. (E.hamid)











