Indocornes com |sukabumi-
Dedi Damhudi.SE adalah salah satu calon legislatif provinsi Jabar lima ,beliau adalah salah satu kader partai dari PPP (Partai persatuan pembangun ) setelah ditemui oleh awak mediia Dedi menutur kan kisah perjalanan hidup nya , karena beliau dulu tahun 2014 sampai 2019 pernah percaya mewakili masyarakat davil dua di DPRD , lanjut Dedi mengisah kan tentang
Tentang Ke Pemimpin yang sejati selalu bersama jamaahnya. Bukanlah seorang pemimpin, yang mampu berdiri tegak dan menopang dirinya sendiri di atas kedua kaki lalu berjalan sendiri. Dengan potensi atau inovasi dari diri seorang pemimpin, namun terwujud dan bertujuan untuk kesejahteraan bersama, orang di sekelilingnya. Perwujudan itu terjadi jika terdapat kolaborasi antara pemimpin (kepala) dan masyarakat (sayap). Ibarat burung yang terbang bebas menuju sarang yang indah, sebuah tujuan.
Karena
Pemimpin yang dibutuhkan di zaman milenial harus memiliki kemampuan atau kriteria di antaranya; Digital Mindset, Observer dan Active Listener, Agile, Inclusive, Brave to Be Different, Have a Wide Network. Dari kelima kriteria tersebut, Dedi, terus mengulas mengupas perihal “inclusive”. 22/12/2023
Dedi Damhudi SE menjelaskan inclusive dengan pola kehidupan pesantren. Beliau memberikan contoh pesantren yang dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi. Organisasi; kumpulan yang memiliki tujuan atau visi yang sama. Sudah tentu dengan kumpulan tersebut, tidak hanya satu individu saja, melainkan individu satu dan lainnya masuk di dalamnya. Dari hal tersebut, bagaimana seorang pemimpin bisa menyatukan perbedaan pemikiran dan cara pandang untuk mencapai kebaikan bersama.
Konsep saya sebagai kades partai harus bisa membesar kan nama partai di atas mencakup apa itu inclusive. menjelaskan seorang pemimpin yang mampu masuk dalam pemikiran orang lain, umpamanya, saat menyikapi masalah atau mencari solusi. Mengutamakan kesetaraan, kita ambil dasarnya yaitu: perbedaan. Sehingga kesetaraan itu perlu, bukan malah mengutamakan kesenjangan dari satu golongan tertentu dalam kelompok. Dan, menghargai pemikiran setiap anggota untuk kepentingan bersama tutup nya , ( E.hanid )











