Ketua KWRI Meradang, Dinas Kominfo Tanah Datar Buat Persyaratan Tak Masuk Akal untuk Studi Kooperatif

INDOCORNERS.COM |Tanah Datar , Ketua Komite Wartawan Republik Indonesia (KWRI) Cabang Tanah Datar, meradang karena Dinas Kominfo Tanah Datar membuat persyaratan dengan mengumpulkan kliping untuk Studi Koperatif wartawan. Rabu(29/11/2023).

Studi Koperatif untuk wartawan yang aktif di Tanah Datar merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah daerah Tanah Datar karena telah mengangkat nama daerah, dan dana yang disiapkan dan disetujui oleh DPRD. Namun, dalam hal keberangkatan, Dinas Kominfo mengumumkan bahwa wartawan diwajibkan mengumpulkan kliping sebagai syarat keberangkatan mereka.

Bonar Surya Winata, Ketua KWRI Cabang Tanah Datar yang juga seorang wartawan senior, mengecam aturan yang dibuat oleh Dinas Kominfo yang menganggap wartawan sebagai pengumpul kliping.

Padahal imbalan untuk kliping hanya sebesar 10.500/kliping dan itu terpisah dari dana Studi Koperatif untuk wartawan. Saya menilai aturan ini tak masuk akal dan akan menyelidiki hal ini hingga tuntas,” ungkap Bonar.

Bonar juga akan menyanyangkan tentang keberangkatan dari Humas dinas lain yang juga dibawa untuk berangkat studi koperatif, serta jumlah pendamping dari kominfo itu sendiri yang ikut dalam perjalanan.

Selain itu, saya akan menanyakan kepada kepala Daerah dan DPRD tentang aturan yang dibuat oleh Dinas Kominfo yang tidak mendukung wartawan yang selalu aktif di Tanah Datar. Mereka tidak dapat berpartisipasi dalam studi banding jika tidak mengumpulkan kliping, padahal wartawan yang lain memiliki partisipasi yang lebih aktif daripada wartawan yang diberangkatkan.

Saat Kabid IKP Kominfo Khairunnas dikonfirmasi tentang SK keberangkatan Peserta hanya di jawab Alaikumsalam. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *