Bogor – Indocorners.Com -Jimmy Mamesah, Pemilik Tanah Gunung Geulis Kabupaten Bogor. Melakukan pertemuan dengan Tim Pers Media Indonesia Bersatu. Berlokasi di Tanah miliknya di wilayah Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja , Kabupaten Bogor pada Hari Rabu tanggal ( 15/02/2023).
Dalam keteranganya dalam Jumpai Pers mengatakan, lokasi Tanah yang berada di 3 Desa yaitu Desa Cibanon, Desa Nagrak dan Desa agunung Geulis, para petani penggarap dan penggarap yang menggarap di lahan tersebut khususnya di Desa Gunung Geulis, Petani penggarap menyatakan tidak akan berhenti menuntut Keadilan atas Tanah milik mereka yang di ambil secara paksa oleh PT. kAA. Azis Mahdur, melalui kaki tangannya yaitu para Preman berbaju Ormas Pimpinan RW. Lukas Kabandungan dari RT, Oman serta Oknum mengaku dari TNI,” ujarnya.
“Jimmy Mamesah. Mengatakan pada Awak Media Indoconers.Com meminta keterangan beberapa saksi para petani penggarap di antaranya Pak. Kosasih dan Pak Tolib Ajum, Pak Aep dan Pa Adam. Yang turut hadir dalam acara tersebut, mereka mengatakan bahwa Banyaj orang yang datang untuk Photo – photo di lokasi , Akhirnya diketahui bahwa mereka dari PT. MCI. KJA dan KAA. Agung Kencana, ungkapnya.
” Lanjut Jimmy mamesah, bahwa kasus tanah sudah di laporkan oleh pemilik Tanah ke Presiden Republik Indonesia. Ir.H. Joko Widodo, Kapolri, Menteri ATR/BPN, KPK, Kejaksaan, Satgas Anti Mafia Tanah, namun di persilahkan untuk menghubungin nomor yang ada di Plang.
Bahkan menurut keterangan para petani penggarap hampir setia hari berdatangan Konsumen yang tertipu karena telah membayar Kapling Tanah Kampung Quran, Berry Tornado dengan total jumlahnya mencapai Ratusan orang, padahal Berry Tornado tidak memiliki Tanah di Gunung Geulis tapi pernah menyerobot Tanah milik Jimmy Mamesah, di Kebun Jati seluas 8 Hektar, Tanah telah di ambil dan di kuasai kembali oleh yang punyai lahan Jimmy Mamesah.
Penggarap Berdasi berbaju PT. adalah ( 1 ) PT. KAA Azis Mahdur, bersama kaki tangan nya RW. Lukas Kabandungan dan RT. Oman, yang memalsukan surat Tanah bekerja sama dengan Wawan, memagar Tanah dengan Panel Beton, membulrozer Tanah milik petani penggarap, membayar Tanah petani penggarap hanya sekali dan tidak bayar – bayar lagi, kalau petani penggarap tidak menerima, mereka diancam atau di ajak berperkara di pengadilan, untuk kemudian di kalahkan Mafia Hukum, (2). PT. kJA dan KAA Agung Kencana, milik Mulyadi Budiman dan Agung Budiman, selaku pendana dan penadah, (3). Berry Tomado bekerja sama dengan mantan Kepala Desa Gunung Geulis, Martin Menteng. Memalsukan Dokumen surat tanah, menjual kepada Konsumen padahal bukan tanah miliknya. Tapi milik Jimmy Mamesah dan (4). Ramesh PT. BNP. Bekerja sama dengan Hakim Mustopa mantan Sekdes Nagrak, memalsukan Girik atas nama Niko. F. Mamesah di buku C Desa Gunung Geulis semua bekerja sama membuat surat palsu, Girik palsu, Sertifikat palsu, SKPT palsu dan lainnya
Yang menjadi Otak Intelektul semua kegiatan mafia tanah dan mafia Hukum adalah orang dengan posisi Jabatan nomor Dua di Pemda Kabupaten Bogor, Burhanudin, dialah sutradara yang mengatur semuanya, di bantu Oknum Pemda, BPN, Dispenda, Desa dan lainnya meng – HPL – kan tanah – tanah milik petani penggarap menjadi tanah HPLPemda, Burhanudin bekerjasama dengan Mulyadi Budiman, sebagai pendana dan penadah tanah – tanah HPL Pemda yang sudah jadi.
Bahwa Tanah miliknya, di Gunung Geulis, luas 70 Hektar hasil pembelian Tahun 1972-2973, tanah milik Adat, dengan bukti Girik dan Warkah 72-73, bukti pembayaran Pajak ipeda, bukti hasil Ploting awal BPN, dan lain – lain tanah miliknya tidak bersengketa, tidak berperkara, tidak pernah di jual, maupun di gadaikan atau di jaminkan, tidak pernah menerima ganti rugi dari pihak manapun, Tanah miliknya murni dengan Akte Hibah dari orangtuanya Niko F Mamesah.
Melalui informasi terbuka di Internet, di ketahui bahwa Tanah miliknya ternyata telah di oper alih ke PT. Imora Motor Honda, bekerja sama dengan PT. Summmarecon Agung Tbk. untuk di bangun Perumahan Mewah, Imora dan Summarecon tetap harus ikut bertanggung jawab.
Jimmy Mamesah, tidak mengenal lelah dan menyerah, tidak takut dengan info adanya backup oleh 9 Naga, Jimmy Mamesah akan terus berjuang melawan Mafia Tanah dan Mafia Hukum hingga titik Darah pemghabisan, hingga Dua Otak Intelektualnya yaitu Burhanudin dan Mulyadi Budiman di bawah ke Tanah Hukum Pidana.
Jimmy Mamesah akan terus membongkar Mafia Tanah dan Mafia Hukum dengan mengekspor terus menerus di Media, akan bekerja sama dengan seluruh Media Pers yang ada di Republik Indonesia, khususnya Media Internet, YouTube, Google, Media Online dan cetak.
Jimmy Mamesah mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia. Ir.H.Joko Widodo dan seluruh Instansi mulai dari Kapolri, KPK, Menteri ATR/BPN. Kejaksaan dll.yang telah merespon laporan dan permohonan untuk menindak tegas hingga ke akar – akarnya Mafia Tanah dan Mafia Hukum Desa – desa di wilayah Bogor, pada khususnya Desa Cibanon, Desa Nagrak, dan Desa Gunung Geulis.
Saya mengucapkan banyak terimakasih pada petani atas dukungan kepada saya yang telah gagah berani melawan Mafia Tanah Mafia hukum meskipun dalam pertemuan dengan Media ada salah seorang Oknum yang datang kelokasi menyarahkan agar saya langsung aja ke kantor untuk membicarakan hal terkait dengan tanah tersebut, bahkan saya juga atas nama pribadi sangat berterima kasih atas kesediaan menjadi saksi dan hadir dalam pertemuan dengan para Media jika sewaktu – waktu diperlukan,” tutupnya ( Andy )











