FKWSB Lahir dari Keberanian, Ketua Umum E. Hamid Ajak Kembali pada Semangat Awal Organisasi

Indocorners.com – Sukabumi – Ketua Umum Forum Komunikasi Wartawan Sukabumi Bersatu (FKWSB) Independen, E. Hamid, mengingatkan sekaligus mengajak seluruh jajaran organisasi untuk kembali melakukan refleksi terhadap titik mula berdirinya FKWSB.

Menurut E. Hamid, FKWSB bukanlah organisasi yang lahir begitu saja. Organisasi tersebut lahir dari sebuah keberanian, tekad, kebersamaan, serta keinginan untuk membangun wadah komunikasi bagi insan pers, khususnya para wartawan di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.
“Kalau kita kembali mengingat awal berdirinya FKWSB, organisasi ini lahir dari sebuah keberanian.

Ada semangat untuk bersatu, saling menguatkan dan menjaga marwah wartawan,” ujar E. Hamid.
Ia menegaskan, perjalanan sebuah organisasi tentu tidak selalu mudah. Berbagai dinamika, perbedaan pandangan, serta tantangan akan selalu ada. Namun, menurutnya, hal tersebut justru menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi.

E. Hamid berharap seluruh pengurus dan anggota FKWSB tidak melupakan tujuan awal organisasi. Kebersamaan harus tetap menjadi fondasi utama, sementara komunikasi dan rasa saling menghargai harus terus dijaga.
“Jangan sampai kesibukan dan dinamika organisasi membuat kita lupa mengapa FKWSB ini dibentuk. Semangat awal harus tetap menjadi pegangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, dirinya mengajak seluruh jajaran FKWSB untuk membangun organisasi secara bersama-sama. Wartawan tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga harus mampu menjaga etika jurnalistik, profesionalitas, serta nama baik profesi.
Menurutnya, marwah wartawan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, setiap anggota harus memahami bahwa tindakan individu dapat berdampak terhadap citra organisasi maupun profesi jurnalistik secara keseluruhan.

FKWSB, lanjut E. Hamid, diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, bertukar informasi, meningkatkan kapasitas wartawan, serta membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya kritik yang konstruktif. Pers memiliki fungsi kontrol sosial, namun dalam menjalankan tugas tersebut wartawan tetap harus berpegang pada prinsip keberimbangan dan melakukan konfirmasi terhadap pihak-pihak terkait.

“Berani bukan berarti tanpa aturan. Berani adalah ketika kita mampu menyampaikan kebenaran dengan tetap menjunjung tinggi etika, aturan dan tanggung jawab jurnalistik,” ungkapnya.
Refleksi terhadap perjalanan FKWSB tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kembali soliditas internal. Perbedaan yang ada hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi bahan evaluasi agar organisasi semakin matang dan profesional.

E. Hamid pun mengajak seluruh anggota untuk kembali merawat semangat persaudaraan. Menurutnya, kekuatan FKWSB bukan hanya berada pada struktur organisasi, tetapi pada kebersamaan seluruh anggota yang memiliki visi untuk menjaga dan membangun marwah insan pers.
“FKWSB harus terus bergerak. Jangan kehilangan identitas dan jangan melupakan sejarah bagaimana organisasi ini lahir. Kita jaga kebersamaan, kita perkuat komunikasi, dan kita bangun organisasi ini dengan semangat yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.

( TIM )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *