oleh

Innalillahi,Khatib di agam wafat saat khotbah idul Fitri  

-Daerah, Sumbar-11.470 views

Agam – Indocorner.com||“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun,” Isak tangis dan kesedihan yang mendalam tidak tertahankan,datang dari keluarga serta sanak famili dari keluarga besar Ustad Amanis Bahrum, saat mendengar orang yang mereka cintai dan sayangi wafat ketika sedang di mimbar dan menyampaikan khotbah Idul Fitri di Mesjid Istiqomah simpang pekan Selasa magek Kecamatan Kamang Magek kabupaten Agam pada pukul : 09:30 (13/5/2021)

Sebelumnya, almarhum Amanis Bahrum (76) tahun yang beralamat di Guguak Koto Aua Nagari Koto tangah Kecamatan Tilatang Kamang, menghembuskan nafasnya yang terakhir almarhum sempat singgah dan silaturahmi beberapa saat di kediaman ketua pengurus masjid Istiqomah, yasril Malin Mudo.

Menurut penjelasan dari Pengurus mesjid Istiqomah, pada awal khotbah almarhum sangat bersemangat dan membuat antusias dan menyentuh hati jamaah karena kajian yang beliau sajikan tentang menjaga puasa dan jangan sia siakan puasa selalu ingat akan kematian serta tetap teguh pada agama Allah dengan selalu bersandar pada Al-Qur’an dan Sunnah, Ketika pada khutbah yang kedua atau saat sedang mengakhiri doa sapu jagad tiba tiba beliau terduduk dan sesegera mungkin jemaah dan pengurus mesjid menolong dan merebahkan almarhum, kemudian oleh pengurus mesjid mengantarkan almarhum puskesmas Kamang magek.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan petugas medis Puskesmas Kamang magek, Dokter Susi Amron bahwa almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09:30 WIB setelah sebelumnya melalui seluruh rangkaian Medical Check Up dan selanjutnya menjalani reservasi paling cepat 2 jam terlebih dahulu baru kami izinkan dibawa pulang.

Sesuai informasi dari keluarga besar bahwa almarhum akan dikebumikan pada hari ini di Namuang Guguak Koto Aua Nagari Koto tangah Kecamatan Tilatang Kamang kabupaten Agam.

Baca Juga  Pemkab TTS Gusur Rumah Robi Mella, Akhmad Bumi: Tindakan Itu Melanggar Hukum

” Innalillahi wa inna ilaihi rojiun kami atas nama seluruh pengurus dan masyarakat merasa kehilangan dan mengucapkan duka cita yang mendalam atas kepergian beliau mudah-mudahan diampuni segala dosa dan terima segala amal ibadah Allah subhanahu wa ta’ala dan memohon kepada keluarga almarhum kiranya bisa tabah dan sabar menghadapi ujian ini” harapan dan doa pengurus mesjid, Yasril Malin Mudo

Berdasarkan penuturan dari beberapa warga sebelum almarhum pergi telah menunjukkan tanda-tanda yang luar biasa seperti melambaikan tangan dan menyapa sambil menghentikan kendaraannya dengan penuh keramahtamahan. (Mr.my)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed