INDONESIA PERINGKAT SATU PEMAIN JUDI ONLINE TERBANYAK DI ASIA.

Daerah, Sumbar324 Dilihat

Indocorners.com l Bagaimana kita menjelaskan fenomena ini secara akurat di negara Muslim terbesar kedua setelah Pakistan? Apa penyebab utamanya? Faktornya tentu saja banyak tidak bisa dijelaskan hanya dari satu aspek saja.

Bisa sebagai ukuran rendahnya kesadaran beragama, bisa karena keislaman Indonesia terlalu menekankan pada aspek fiqh bukan kesadaran, masih senang ribut tatacara ibadah dan konflik madzhab ketimbang agama sebagai mentalitas dan akhlak, bisa sebagai efek negatif teknologi modern yang tak terkendali, bisa karena terlalu banyaknya pengangguran di negara yang penduduknya besar, bisa karena bunyi UUD 1945 “anak-anak miskin dan terlantar diurus oleh negara” hanya mitos belaka, bisa masih luasnya mentalitas ingin cepat kaya dengan cara mudah, bisa karena banyak keburukan justru dicontohkan dan dipertontonkan oleh para pejabat negara dan lain-lain dan lain-lain.

Bukan rahasia lagi, para penjabat tinggi terus korupsi, banyak oknum aparat negara dan polisi memback-up perjudian dan jadi agen miras dan narkoba.

“Prestasi” itu semua, judi online terbanyak se Asia Tenggara itu berbarengan dengan banyak “prestasi-prestasi” lainnya.

Indeks korupsi Indonesia pada tahun 2023 mengalami stagnasi yang memperoleh skor 34 dan peringkatnya merosot dari 110 menjadi 115. Sekarang ini penyelewengan uang negara dan korupsi triliunan dianggap biasa saja karena terlalu seringnya terjadi tanpa hukuman yang berat.

World Population Review 2023 melaporkan skor rata-rata IQ orang Indonesia pun hanya 78,49. Secara global, Indonesia berada di peringkat ke-126 dari 199 negara di dunia. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat yang rendah, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya

Skor IQ ini nyambung dengan rendahnya tingkat pendidikan. Worldtop20.orang, situs yang rutin membagikan peringkat pendidikan dari berbagai negara, melaporkan peringkat pendidikan Indonesia pada 2023 berada diurutan ke 67 dari 203 negara di dunia. Urutan Indonesia berdampingan dengan Albania di posisi ke-66 dan Serbia di peringkat ke-68. BPS 2023 pun melaporkan, hanya 10% penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan tinggi, 30% SLTA, dan mayoritas selebihnya hanya SMP, SD dan tak sekolah.

Jadi, jelas bukan hanya persoalan agama. “Prestasi” ini semua berdampak pada yang lainnya. Itulah yang kemudian menjelaskan siapa yang terpilih menjadi calon pemimpin negara yang “dimenangkan” oleh kualitas si Samsul dan gemoyitas yang menjadi ukuran pemimpin negara.

Ah Indonesia tanah airku …
Mari terus bergairah membangun, mendidik, berdakwah dan menyadarkan, lahan untuk berkiprahnya masih sangat subur ????????☕????????

Itu Saja.

Oleh : Yandi Piliang

Pemerhati Sosial Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *