Firdaus Abie Sebut, wartawan harus selalu inovatif dan menjaga integritas agar tidak dilindas perkembangan

Daerah, Sumbar9 Dilihat

Indocorners.com|Sumbar, Sekretaris PWI Sumatera Barat Firdaus Abie menyebutkan, wartawan harus selalu inovatif dan menjaga integritas agar tidak dilindas perkembangan.
“Tanpa dua hal tersebut, diyakini akan sulit bersaing dan membangunan harapan menjadikan media sebagai pemersatu bangsa,” kata Firdaus Abie, ketika menjadi pemateri pada Bimtek Peningkatan Kapasitas Wartawan, di Bukittinggi, Kamis (27/10) siang.
Bimtek berlangsung Rabu (26/11) hingga Sabtu (29/11) menghadirkan sejumlah narasumber, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han, Kepala Dinas Kominfo Dedi Tri Widono, S.STP, Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat Musfi Yendra, S.IP, M.Si.C.Med, Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi S., S.H., S.I.K., M.I.K. dan Ketua DPRD Tanah Datar Tanah Datar Anton Yondra, SE, MM.
Firdaus Abie yang tampil secara Daring melalui zoom, menghadirkan materi dengan tema Membangun Mitra Media yang Kuat, Inovatif dan Berintegritas sebagai Pilar Pemersatu Bangsa mengajak semua peserta untuk benar-benar memahami perannya sebagai wartawan, sehingga bisa memberikan kontribusi untuk memperkokoh persatuan bangsa, tidak untuk memperburuk keadaan.
Kaitan terhadap Integritas, terutama berintegritas sebagai wartawan, Firdaus Abie mengingatkan agar selalu berpedoman kepada Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan. Kedua komponen ini memberikan panduan dan batasan setiap langkah wartawan.
“Kode Etik Jurnalistik diantaranya mengatur bagaimana sikap seorang wartawan dalam tugas liputan, menghimpun informasi, kemudian memprosesnya menjadi materi pemberitaan dan sikap bagaimana kalau informasi yang sudah dipublikasikan tersebut keliru,” katanya menekankan.
Terkait Kode Perilaku Wartawan, diskusi yang dipandu Kadis Kominfo Tanah datar Dedi Tri Widono, Firdaus Abie membeberkan asas dan tujuan adanya Kode Perilaku Wartawan, bagaimana kewajiban yang harus dijalankan, ada batasan atau larangan yang harus dipedomani, ada panduan dengan narasumber mau pun keluarga terkait pemberitaan, panduan aktivitas di lapangan, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan politik, jabatan publik, hak cipta, hak pribadi, media sosial, serta sanksi jika mengabaikan atau melanggar hal-hal tersebut.
Di sisi lain juga disampaikan hal terkait bagaimana Kominfo, OPD atau lembaga, institusi membangun kemitraan dengan media. Dijelaskan secara gamblang dan transparan. Ia juga menyampaikan empat langkah bagaimana mengelola dan membangun media agar menjadi kuat.
Sesi tersebut sangat menarik bagi peserta, sehingga sejumlah wartawan seakan berpacu untuk bertanya.
Kadis Kominfo Tanah datar Dedi Tri Widono yang memandu diskusi, terpancing juga untuk bertanya, terkait bagaimana langkah efektif memfasilitasi wartawan. Beliau kemudian membeberkan persoalan yang ada di lapangan. Firdaus Abie secara gamblang memberikan beberapa jalan keluar.
“Solusinya menarik, agaknya bisa diterapkan. Nanti saya berharap tak ada yang protes, kami hanya menerapkan apa yang diusulkan Pak Firdaus Abie,” kata Dedi Tri Widono. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *