Enam Jalur Sumbar Lumpuh, Ditlantas Imbau Stop Semua Perjalanan

Daerah, Sumbar19 Dilihat

Indocorners.com|Tanah Datar, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat untuk menunda seluruh aktivitas perjalanan antar daerah menyusul putusnya enam jalur utama di Sumbar akibat banjir dan longsor yang terjadi sejak Kamis pagi (27/11).

Sejumlah ruas jalan strategis yang menghubungkan Kota Padang dengan kabupaten/kota lain dinyatakan lumpuh total.

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Shiddiq, menyebut kondisi saat ini sangat berbahaya dan tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan. Aparat gabungan dari BPBD, TNI-Polri, hingga Dinas PUPR masih bekerja keras melakukan evakuasi dan penanganan material longsor.

“Kami minta masyarakat benar-benar menahan diri dan menunda perjalanan. Keselamatan adalah prioritas. Situasi di lapangan sangat berisiko dan belum memungkinkan untuk dilewati,” ujar Kombes Reza.

Enam Jalur Vital Putus Total
Kombes Reza merinci sejumlah jalur yang saat ini tidak dapat dilewati:
Padang—Bukittinggi terputus total akibat longsor besar di kawasan Silaiang.
Padang—Bukittinggi via Malalak juga tertutup longsor dan belum bisa dibersihkan.
Padang—Solok lumpuh karena longsor di kawasan Ripha, Jembatan Timbang Lubuk Selasih.
Padang—Pesisir Selatan terendam banjir besar di wilayah Tarusan.
Bukittinggi—Lubuk Sikaping putus di Palupuah.
Bukittinggi—Lubuk Basung tidak dapat dilalui akibat longsor di Kelok 44.

“Akses menuju Bukittinggi betul-betul lumpuh dari berbagai arah,” tegasnya.

Aparat Prioritaskan Evakuasi
Hingga siang hari, petugas fokus melakukan pengamanan lokasi rawan, pengalihan arus, dan evakuasi warga yang terjebak di lokasi longsor maupun banjir. Pembukaan jalur, kata Reza, diperkirakan tidak bisa dilakukan cepat karena hujan ekstrem masih berlangsung dan potensi longsor susulan sangat tinggi.

Dirlantas meminta masyarakat mengikuti arahan petugas dan tidak memaksa melintasi jalur berbahaya.

“Kami mohon masyarakat tidak menambah risiko dengan memaksakan perjalanan,” ucapnya.

Polda Sumbar juga mengimbau warga untuk tidak menyebarkan informasi hoaks dan selalu memantau kanal resmi untuk pembaruan situasi. Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan masih terjadi menjelang titik-titik longsor dan banjir, sementara petugas terus berupaya membuka jalur darurat untuk memastikan distribusi logistik tetap berjalan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *