Indocorners.com|Sumbar,Duka mendalam menyelimuti Sumatera Barat setelah sejumlah kabupaten dan kota dilanda banjir bandang (galodo) sejak Selasa hingga Kamis (25–27/11/2025). Derasnya aliran material tidak hanya menghancurkan rumah warga, tetapi juga merusak berbagai fasilitas umum seperti jembatan, saluran irigasi, dan akses vital lainnya.
Hingga Jumat (28/11/2025) malam, lebih dari 100 warga dilaporkan meninggal dunia. Sejumlah daerah terdampak masih terus memperbarui pendataan korban serta kerusakan.
Agam Jadi Daerah Terparah
Kabupaten Agam melaporkan dampak paling berat. Pada Jumat malam pukul 20.00 WIB, pemerintah daerah mencatat 74 korban meninggal dunia. Rinciannya: Kecamatan Malalak 10 orang, Matur 1, Tanjung Raya 2, Palupuh 1, dan Palembayan 60. Selain itu, 74 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan.
Tragedi di ruas Jalan Padang–Bukittinggi kawasan Jembatan Kembar Padang Panjang juga menambah daftar korban. Hingga Jumat sore, 19 jenazah telah ditemukan, sementara lebih dari 50 orang masih hilang.
Korban di Berbagai Daerah Terus Bertambah
Di Kabupaten Padang Pariaman, dua warga ditemukan meninggal dunia akibat rumah yang tertimpa longsor. Sementara di Kota Padang, sedikitnya enam warga meninggal akibat banjir bandang yang melanda Kecamatan Koto Tangah. Dua jenazah ditemukan pada Jumat pagi.
BPBD Tanah Datar mencatat tiga warga meninggal dunia, dengan kerusakan terparah berada di Kecamatan Batipuh Selatan. Sejumlah daerah lain masih melakukan pendataan dan berpotensi memperbarui jumlah korban.
BPBD masing-masing daerah menegaskan bahwa data korban tewas maupun hilang bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan di lapangan.
Sumbarkita akan terus menyampaikan perkembangan terbaru terkait bencana di Sumatera Barat.*









