Ditengah Gelapnya Gelapnya Keadaan Kita Melihat Cahaya Yang Tidak Padam

Oleh : Yandi Piliang

Indovorners.com|Akhir-akhir ini, berbagai bencana yang melanda Sumatera barat mengingatkan kita, betapa hidup dapat berubah dalam sekejap. Tanah yang selama ini menjadi tempat bernaung bagi kita semua tiba-tiba menghadirkan ketidakpastian. Banyak keluarga kehilangan rumah, kehilangan rasa aman, bahkan kehilangan harapan yang dulu mereka genggam erat.

Namun bencana bukanlah hukuman, Ia bukan tanda kurangnya doa, atau berkurangnya kebaikan manusia. Bencana adalah dinamika alam yang datang tanpa pernah meminta izin.
Ia mengingatkan kita bahwa manusia hanyalah makhluk rapuh, yang saling membutuhkan satu sama lain.

Seperti judul diatas, di tengah gelapnya keadaan, kita melihat cahaya yang tidak padam, yaitu rasa kepedulian. Tangan-tangan yang terulur, tetangga yang saling membantu, relawan yang bergegas tanpa menunda.

Untuk saudara-saudara kita yang terdampak rasa takut, cemas, dan lelah adalah hal yang wajar. Saya berdo’a untuk semua saudara -saudariku semoga kalian diberi ketabahan dan dukungan untuk melalui hari-hari berat ini. Amiin!!!

Dan ketika semua kembali membaik, semoga peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kita pernah diuji, dan kita memilih untuk saling menguatkan. Semoga Sumatera barat lekas pulih dan ranah minang ini semakin peka terhadap persatuan, empati, dan kesiapsiagaan.

Walaupun bencana dapat meruntuhkan rumah dan ketenangan, tetapi tidak pernah memadamkan kepedulian. Di tengah kepedihan yang kita rasakan, kita melihat cahaya, manusia yang saling menguatkan.
Semoga yang terdampak diberi ketabahan, dan sekali lagi saya tuliskan semoga ranah minang semakin peka terhadap pentingnya empati dan kesiapsiagaan.

Semoga lekas pulih. Amiin!!!

Itu Saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *